PADAMU IBU PERTIWI
PADAMU PAHLAWAN,PADAMU PEJUANG
DI KENAL MAUPUN TIDAK DI KENAL
TERIMALAH PERSEMBAHAN KAMI,GENERASI PENERUS
KARYA KAMI TEKNOLOGI CANGGIH UMAT MANUSIA
KAMI KUASAI,KAMI MILIKI
KAMI KEMBANGKAN, KAMI KENDALIKAN
MANDIRI......UNTUKMU IBU PERTIWI...
MENERUSKAN PERJUANGAN MASYARAKAT INDONESIA
ADIL DAN MAKMUR BERDASARKAN PANCASILA UUD '45
PEMBANGUNAN BERKESINAMBUNGAN
DENGAN SEMANGAT, TEKAD , TAK MENGENAL LELAH
TAK MENGENAL MENYERAH
SEMANGATMU PAHLAWAN,PEJUANG BANGSA
DI BUMI INDONESIA
KAMI LANJUTKAN SEPANJANG MASA
Puisi ini di tulis" habibie "di ruang kerjanya sebagai di rektur utama IPTN Bandung pada tanggal 19 November 1994 pukul 11.55 - 12.00 WIB. Sehari sebelum peluncuran (roll out) pesawat terbang N-250/Gatotkoco. PUISI PADAMU IBU PERTIWI
Tujuh hari lagi ,Indonesia merayakan hari kemerdekaan ke-50 tahunnya yang masyhur di sebut Indonesia emas.Tujuh belas Agustus pada tahun itu adalah momen spesial yang di sambut gempita oleh anak anak bangsa Banyak acara menarik sudah di canangkan untuk di selenggarakan demi memeriahkan kebebasan yang di dapat negara Indonesia dari cengkraman penjajah.
Lebih menggembirakan lagi karena hari itu, 10 Agustus 1995, jutaan pasang mata akan menyaksikan pesawat pertama karya anak negeri yang melintasi angkasa biru bumi pertiwi.Hari di mana akan menjadi pembukti bagi habibie dan seluruh tim IPTN bahwa penggodokan N-250/Gatotkoco sejak sepuluh tahun yang lalu, benar-benar bisa menerbangkan Indonesia ke kancah Internasional dan menjadi bagian dari negara yang memiliki penguasaan teknologi tinggi yang mumpuni.
Pada dhuhahari kamis pukul 10.15 WIB dengan cuaca cerah dan hangat itu, pesawat N-250 Gatotkoco tengah bersiap.Ribuan warga yang datang langsung ke Lapangan Udara Husein Sastranegara, Bandung , naupun yang hanya bisa memantaunya dari layar televisi pastilah memiliki harap harap cemas terakut dalam hidupnya pada hari itu
tetapi tidak dengan pilot - penguji Erwin danuwinata dan co-pilot Sumarwoto yang justru tersenyum sebentar lalu berdoa, sebelum memulai salah satu hari paling bersejarah dalam hidup mereka, menerbangkan pesawat pertama karya anak negeri.
Di lintasinya setengah landasan pacu, mengambil ancang-ancang untuk mengangkat roda depan lalu roda belakang, dan tak lama kemudian melesatlah ia ke angkasan bisu. membelah awan. Menembus angin. Gagah mengarungi langit Indonesia dengan kecepatan hampir 200 knot.
Seketika, riuh syukur hamdalah, pekik. haru takbir, rangkulan selamat , jabatan tangan optimisme, air mata keharuan, dan loncatan girang semua berpadu mengiringi keberhasilan habibie dan segenap insinyur IPTN
Ribuan bahkan jutaan pasang mata dari rakyat Indonesia berbinar terang. Harap-harap cemas yang sedari tadi mendera menjadi kegembiraan dan kesyukuran. Lapangan Udara Husein Sastra negara sontak terasa sessak dengan keharuan, tetapi di saat yang sama juga terasa lapang dengan optimisme dari seluruh yang hadir.
Presiden soeharto beberapa kali bahkan terlihat menyeka air mata harunya dengan sapu tangan. saking girangnya, Ibu Tien bahkan meluapkan kegembiraannya dengan memeluk Habibie baru kemudian menjabat tangannya.
Ucapan selamat dan syukur tak henti-hentinya terkumandangkan serentak. Semua merasa begitu syahdu. Begitu lega. Juga begitu optimis .Indonesia memiliki masa depan cerah, batin semua orang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar